Sukses di Bidang Animasi, Amikom Digandeng Banyak Perusahaan

Ist

SHNet, Jakarta – Cerita sukses ternyata tak hanya milik Universitas Negeri. Juga bukan milik Universitas Swasta yang memiliki aset kekayaan berjibun sejak awal berdiri.

Universitas Amikom yang awalnya didirikan “hanya” dengan modal niat baik untuk ikut memajukan pendidikan Indonesia kini bisa menyejajarkan diri dengan mereka. Universitas yang didirikan M Suyanto dan kawan-kawan pada 1990-an tersebut banyak mendapatkan apresiasi dan memiliki cerita sukses. Banyak karya cipta atau kreasi mahasiswanya memenangi penghargaan internasional.

Bahkan, film animasi “The Battle of Surabaya” banyak mendapatkan penghargaan di dunia perfilman internasional. Penghargaan terkini diberikan dalam ajang 2017 International Filmmaker Festival of World Cinema NICE pada 22 Mei 2017 di Paris, Perancis. Berkat sukses inilah, banyak pihak yang menggandeng Universitas Amikom. Perusahaan online nomor satu di China, Tenchent menggandeng Amikom untuk program-program pembuatan film animasi.

Rektor Universitas Amikom M Suyanto (kedua dari kiri) dan Grup CEO Sinarmas Land Michael Widjaja (dua dari kanan) melakukan kesepakatan dalam pembuatan proyek Digital Hub, di BSD City, Serpong, Tangerang, (18/5/2017).

Di Indonesia, Sinar Mas Land menggandeng Universitas Amikom untuk proyek Digital Hub. Proyek tersebut berada di BSD City, Serpong, Tangerang. Proyek ini diharapkan mendorong perkembangan teknologi informasi dan digital. Tak hanya itu, ke depan diharapkan industri kreatif, animasi dan 3D juga akan tumbuh.

Digital Hub Project Leader Sinar Mas Land, Irawan Harahap mengatakan, mereka akan fokus pada animasi yang memiliki komunitas sendiri. “16.000 mahasiswa (Amikom) bentuk satu picture produksi film animasi, dijual ke luar negeri, di-set di San Fransisco baru ditayangkan di Indonesia,” kata Irawan usai kegiatan ground breaking Digital Hub di BSD City, Tangerang, Kamis (18/5/2017).

Digital Hub merupakan kawasan terintegrasi digital pertama di Indonesia yang dikembangkan Sinar Mas Land. Pembangunan infrastruktur kawasan seluas 25,86 hektar itu memakan anggaran Rp 7 triliun.

Menurut Irawan, pecinta animasi biasanya memiliki komunitas tersendiri. Komunitas itu nantinya yang akan meramaikan Digital Hub bila konstruksi kawasan telah rampung pada 2019 mendatang. “Mereka yang nonton juga di sini. Jadi sekarang mau lagi penjajakan dengan animator digital sekolah studio produksi,” katanya, seperti dikutip dari Kompas.com.

Selain menggandeng perusahaan raksasa, seperti MyRepublic, Apple Research and Development, dan PT Walden Global Service, Sinar Mas Land juga menggandeng sejumlah sekolah berbasis teknologi informasi atau information and technology (IT), antara lain, GeeksFarm dan Purwadhika Startup & Coding School. Purwadhika nantinya akan didukung dengan Plug and Play Indonesia, yang merupakan akselerator dari Silicon Valley. (TH)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *